stempel semarang

stempel semarang

Sabtu, 19 Mei 2012

Langkah memulai usaha stempel dari Awal

Apa sih yang dipersiapkan untuk usaha stempel? dan peralatannya apa aja?
mengapa KitaStamp buat postingan ini? karena ada seorang pendatang dari kab.Semarang mengunjungi tempat kami untuk membeli mesin stempel warna. Tetapi sama sekali tidak mengetahui apa saja peralatan yang dibutuhkan.

KitaStamp menanyakan kepada pemula ini (ilustrasi),
Kita Stamp: "sudahkah anda memiliki keahlian olah desain(setting) minimal corel draw?"
Pemula/Newbi: "bisa mas, cuma sedikit"
KitaStamp: "ok, sudahkah anda memiliki printer laserjet"
Pemula/Newbi: "Seperti apa itu printer laserjet mas, saya ada printer inkjet canon"
KitaStamp: "eng ing eng waduh!, seperti ini loh printernya sambil telunjuk mengarah sebuah printer laser jet, pakai jasa setting desain aja bisa paling setting film stempel Rp2000 tapi biasanya pake media kertas kalkir".
Pemula/Newbi: "saya ada mesin fotokopi mas! mungkin bisa, cuma hasil klau buat print film mika transparant/kalkir harus kertas ukuran penuh A4 minimal. Klau punya mas ini ukuran kertas kalkir bisa kecil."
KitaStamp: "Sudahkah punya alat scanner? fungsinya jika ada pelanggan membawa contoh berupa gambar sebagai logo yang harus diedit(setting)"
Pemula/Newbi: "alat fotokopi saya juga bisa terhubung kekomputer, jadi bisa scan juga.
Emang harga scanner dan printer laserjet sampai berapa?"
KitaStamp: "untuk scanner baru kira-kira Rp 500ribu dan cari aja printer laserjet second kualitas setting. Rekomendasi pakai printer hp produk lama yang kapasitas tonernya banyak seperti HP 1200 harga antara Rp 1juta~1,2juta."
Pemula/Newbi: "wah, mahal juga ya mas..bayanganku tak kirain cuma butuh komputer dan mesin stempel seharga Rp1,3juta doang, ternyata modalnya banyak juga?"
KitaStamp: "Lumayan juga kelengkapan harga komputer kira-kira Rp1.5juta, scanner Rp500ribu, Printer laserjet Rp1,2juta, buat pemotong stempel warna Rp100ribu, bahan stempel warna Rp500ribu. Totalnya Rp3,8juta."
Pemula/Newbi: "enaknya gimana ya mas?, soalnya belum tahu seperti ini modal keseluruhannya."
KitaStamp: "Gini aja, untuk sementara jangan beli mesin stempel warna dulu, jadi resseler(makelar) tempatku. Kamu tahu sendiri diitempatmu harga stempel warna masih bagus, tidak rusak seperti disini jadi kamu masih bisa mendapat selisih keuntungan lumayan. Jika kamu ada order masuk bisa secepatnya kirim email dan esok hari bisa diambil stempelnya. Mungkin agak repot tetapi hanya sementara penjajakan prospek usaha ini bisa berjalan lancar atau tidak.Klau dirasa respon bagus langsung aja beli mesinnya."
Pemula/Newbi: "gitu ya mas, aku beli beberapa gagang stempel warna yang laris sebagai pajangan ditokoku agar bisa lebih dikenal,dan saya akan buat bannernya."
KitaStamp: "ide bagus, sebagai pemula harus kritis dan pandai memanfaatkan peluang. Oke aku kasih beberapa gagang yang laris dipasaran."
Pemula/Newbi: "untung deh! aku tidak jadi beli mesin stempel yang tempatnya jauh ternyata searching di internet diSemarang ada yang jual. Dan dikasih gambaran usaha ini secara mendetail oleh mas imam(KitaStamp). Coba kalau aku jadi beli mesin sedangkan kelengkapanku masih kurang bisa ngganggur mesinnya."
KitaStamp: "ok deh, saya cuma bermaksud memberi edukasi kepada anda mengenai apaun tentang usaha ini supaya mudah dimengerti oleh kebanyakan orang, karena saya dulu juga sama seperti anda pernah mengalaminya tetapi tidak memperoleh gambaran yang mendetail, jadi sibuk mencari kesana-kemari info usaha ini. Jadi saya membuat blog website bertujuan berbagi informasi sekaligus sebagai situs penjualan stempel diSemarang dan diseluruh tanah air."

Percakapan diatas adalah kejadian sebenarnya pertemuan langsung empat mata dengan ada sedikit gubahan pembicaraan agar teks penulisan mudah dimengerti/dipahami tanpa mengurangi makna dari pembicaraan sebenarnya.

By KitaStamp